tatkala mentari siang sedang terpancar
satu alunan gembira...
bertukar menjadi lembaran duka
seorang ayah, seorang ibu, dan seorang abang
melemparkan amarah jauh ke lubuk hati
aku memikirkan....
apakan bisa anak mu
mengelus beban mu ayah
apakah anak mu jua
bisa menemani senyum mu ibu
apakah adik
bisa melemaskan risau abang
apakah aku akan kembali
terpesona dalam gurauan keluarga
sejuk perut ibu mengandungkan aku
darah ibu yang pernah tumpah
ketika bertarung nyawa melahirkan aku
titik peluh ayah membesarkan aku
kasih sayang abang terhadap adik
wajarkah aku ketepikan
tewas ku jua oleh perasaan
air mata merembes hebat
Temannnn nan satu pemujuk damai
ku alih kasih pencetus yakin
ku alih sayang pemantap semangat
bercambah cinta di dalam diam
lenyap celaru mengintailah rindu
bergemalah seruling idaman kalbu
seruling senja pemujuk bicara..

No comments:
Post a Comment